17 Agustus 2014

AMBHARA HOTEL JAKARTA Berdesain Eropa yang Unik

AMBHARA Hotel ialah butik hotel berbin tang 4 dengan standar internasional yang berdiri sejak 5 Desember 1994. Hotel dengan desain Eropa yang unik ini mengutamakan pelayanan berstandar internasional dengan keramah-tamahan Indonesia dan profesionalisme yang tinggi, juga dengan jumlah kamar sebanyak 222 kamar dilengkapi dengan meja kerja terpisah yang efisien dan memiliki saluran TV kabel, sambungan telepon langsung internasional, sambungan wi-fi internet berkecepatan tinggi, ruang tamu, minibar, dan safe deposit box.

Ambhara Hotel terletak di Jl Iskandarsyah Raya No 1, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Sangat dekat dengan area Jalan Sudirman, pusat perbelanjaan Pasaraya, daerah hiburan Ke mang, dan Jakarta Convention Center Senayan. Akses yang mudah menuju ke kawasan segitiga emas (Sudirman-Gatot Subroto-Kuningan) Pusat Niaga Sentral, Stasiun Gambir, dan 45 menit arah menuju ke Bandara Internasional Soekarno¬Hatta Cengkareng.

02 Juli 2014

Berbelanja dan Naik Bus tanpa Uang Tunai

Pada 6 Juli, bus-bus di London mulai menggunakan transaksi nontunai. Untuk membeli tiket, penumpang cukup membawa kartu debit dan kredit. ANGAN-ANGAN untuk menjadikan masyarakat bebas uang tunai sepertinya semakin di depan mata.

Pelanggan sekarang dapat mencicipi masa depan tanpa uang kertas dan koin untuk melakukan transaksi. Suatu kawasan ritel di Manchester Selatan, Inggris, mulai bereksperimen dengan memberlakukan satu hari bebas uang tunai. Pada hari itu, pembelanja diharuskan bertransaksi nontunai.

18 Juni 2014

Truk Bermuatan Berlebih Mulai Dibatasi

Dalam Pasal 8 ayat 1 pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 14 Tahun 2007 tentang Kendaraan Peti Kemas di Jalan dijelaskan bahwa kendaraan yang diizinkan melintasi ruas Tol Ir Wiyoto Wiyono memiliki berat maksimum 10 ton. Dikhawatirkan, beban berlebih akan mengganggu konstruksi jalan tol.

PENGELOLA Tol Ir Wiyoto Wiyono, PT Citra Marga Nusa Phala (CMNP) mengeluhkan pembengkakan biaya perbaikan tol sejak enam tahun terakhir hingga mencapai 300%. Dengan alasan itu, Suku Dinas Perhubungan Jakarta Utara bekerja sama dengan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya sejak 5 Juni 2014, mulai menyosialisasikan pelarangan melintas bagi truk dengan muatan lebih dari 10 ton.